Senin, 02 April 2012

Subsidi BBM



Menaikkan harga BBM bersubsidi sudah pasti mengundang protes.Ini adalah kebijakan yang sangat tidak populer.Banyak orang menilai,keputusan itu tidak berpihak kepada rakyat banyak.Harga  jual premiun dan solar sebelum naik yaitu Rp.4.500 per liter.Jauh lebih rendah dari harga pokoknya.Indonesia memiliki harga yang rendah dibandingkan dengan negara tetangga.

Negara
Harga Eceran Bensin dalam Mata Uang Lokal
Harga Eceran Bensin dalam Rp
Harga Tersebut Disubsidi/Tidak Disubsidi
Indonesia
Rp.4.500
Rp.4.500
Disubsidi
Malaysia
RM.1.90
Rp.5.753
Disubsidi
Thailand
Bhat 41.51
Rp.12.453
Tidak Disubsidi
Filipina
P 56.50
Rp.12.147
Tidak Disubsidi
Singapura
S$ 2150
Rp.15.695
Tidak Disubsidi
Sumber : Kompas,Edisi Jumat 30 Maret 2012

Tampak diatas harga BBM Indonesia cukup rendah.Sementara seperti yang diketahui bahwa Indonesia adalah penghasil minyak bumi dan Indonesia adalah negara pengekspor minyak.Namun itu dulu,saat struktur ekonomi Indonesia masih baik. Tidak seperti saat ini,Indoensia sudah menjadi negara pengimportir minyak  dan Indonesia juga sudah keluar dari OPEC,organisasi negara-negara pengekspor minyak sejak 2008. Inilah permainan masyarakat Indonesia,masyarakat dari dulu sudah mendapatkan kebijakan subsidi kepada masyarakat miskin disaat Indonesia sudah menjadi negara penngimpor.Melihat harga minyak dinegara lain yang tinggi membuat para orang-orang yang tak bertanggung jawab bermain curang demi kepentingan pribadi,mereka menimbun minyak dari Indonesia sebanyak mereka mampu,kemudian dijual ke luar negeri dengan harga yang tinggi.Sementara rakyat kecil menjadi korban politisasi pemerintah.
Kenaikan harga BBM di Indonesia disebabkan karena  melonjaknya harga minyak mentah internasional dan kesepakatan pemerintah dan DPR dalam menghitung APBN 2012 mereka menyepakati harga minyak mentah Indonesia seharga US$ 90 per barel sebagai patokan. Kenyataannya selama Februari rata-rata harga minyak mentah Indonesia saat ini sudah US$ 122,17 per barel .Sedangkan konsumsi Solar dan Premium juga meningkat dari 35,8 juta kiloliter pada 2010 menjadi 38,5 juta kiloliter pada 2011 lalu. Akibatnya subsidi untuk Premium dan Solar sepanjang 2012 akan melonjak dari Rp 123,6 triliun menjadi Rp. 191,1 triliun.Jika harga minyak dunia terus melonjak,maka subsidi akan menggelembung dluar kemampuan anggaran negara.
Ada dugaan jika harga BBM naik maka penerimaan negara juga akan naik.Namun,pada saat yang sama pengeluaran negara juga turut melonjak.Perhitungannya,setiap kenaikan harga sebesar US$ 1 per barel, dengan asumsi Rp.9000 per dolar,akan menaikkan penerimaan sebesar Rp. 3,37 triliun. Namun kenaikan US$ 1 per barel itu juga meningkatkan pengeluaran negara dalam jumlah yang besar,yakni Rp.4,3 triliun.Jadi secara netto,setiap ada kenaikan harga minyak sebesar US$ 1 per barel, APBN harus menanggung beban tambahan RP.900 miliar. Dari sini terlihat jelas bahwa penerimaan dari migas semakin kecil produksinya menurun sementara subsidinya meningkat karena konsumsi semakin besar.
Sehingga untuk mencegah negara mengalami defisit,maka pemerintah menaikkan harga BBM.Namun jika minyak mentah mengalami penurunan harga BBM bersubsidi juga bisa turun. Sebagai gambaran, pada Mei 2008 pemerintah menaikkan harga Premium dari Rp.4.500 menjadi Rp.6.000 per liter. Namun, per 1 Desember 2008, Preiden SBY menurunkan harga Premium menjadi Rp. 5.500 per liter karena harga rata-rata minyak mentah Indonesia sejak Januari-Desember 2008 sudah turun menjadi US$ 95,87 per barel.Sejalan dengan penurunan harga minyak mentah Indonesia,Presiden SBY menurunkan lagi harga jual Premium menjadi Rp.5.000 per liter.Dan sekali lagi menjadi Rp.4.500 per liter  pada 15 Januari 2009.Sejak saat itu harga premium dan solar tidak pernah naik kendati harga minyak mentah Indonesia kembali melonjak tinggi. Per Februari 2012, harga minyak mentah Indonesia sudah menyentuh US$ 122,17 per barel, jauh diatas patokan US$ 90 per barel dalam APBN 2012.


Solusi Pemerintah
Saat ini solusi pemerintah ialah menaikkan harga BBM dan menghemat anggaran negara.Namun timbul pertanyaan,disaat pemerintah mampu menghemat anggaran negara,mengapa masih harus menaikkan harga BBM?.Alasan pengurangan subsidi untuk Premium dan Solar bukanlah semata-mata untuk menghemat anggaran.Setttidaknya ada beberapa alasan pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM.

·         Pertama,lebih berpihak kepada rakyat kecil.Karena selama ini yang terjadi adalah masyarakat menengah keatas yang lebih menikmati subsidi BBM.Sehingga untuk kedepannya pemerintah lebih bijak lagi dalam mencapai sasaran subsidi kepada rakyat kecil.Sehingga subsidi yang biasanya dinikmati oleh kaum menengah keatas dipotong dan dialihkan ke penggunaan program pengentasan kemiskinan
·         Kedua,penghematan subsidi dilakukan agar pemakaian  BBM lebih irit lagi sehingga lingkungan lebih hemat dan ramah lingkungan.karena selama ini penggunaan BBM di Indonesia sangat boros. Harga BBM yang lebih realistis akan mendorong penghematan dan konversi ke sumber energi lain yang lebih bersih,seperti gas.
·         Ketiga,akan lebih bermanfaat karena jika dilakukan penghematan subsidi,maka subsidi yang dipotong akan dialihkan kepada peningkatan mutu pelayanan kepada masyarkat seperti perbaikan fasilitas masyarakat kesehatan,pendidikan dan lainnya.
·         Keempat,lebih benar karena akan mengurangi dorongan untuk penyelewengan dan penyelundupan.Selama ini selisih antara BBM bersubsidi dan BBM non-subsidi cukup besar, sehingga memicu orang-orang tak bertanggung jawab untuk menyelundupkan BBM bersubsidi dan menjual ke luar negeri dengan harga yang lebih mahal tentunya,sehingga banyak rakyat yang tak menikmati subsidi BBM .
·         Kelima,lebih awet karena efek positif pengurangan subsidi Premium dan Solar akan terasa dalam jangka waktu yang lama.Sehingga dapat membuat pendapatan APBN untuk tahun-tahun berikutnya melonjak.

Terangkum telah ada 4 kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan dalam menanggapi kenaikan harga minyak mentah dunia yaitu:
·         Menaikkan harga
·         Memberikan kompensasi kepada masyarakat
·         Mengurangi penggunaan BBM bersubsidi
·         Mengkonversi penggunaan minyak ke gas.
Keempatnya adalah paket kebijakan yang kait-mengait dan ada pentahapn pelaksanaannya.Pembatasan-pembatasan Premium dan Solar, misalnya dimulai pada mobil-mobil dinas dan kelak secara bertahap akan diberlakukan secara lebih luas.Demikian pula dengan kebijakan konversi ke gas,tetap berlangsung diawali dengan penggunaan pada kendaraan terutama bus.
Kenaikan harga Premium dan Solar juga langsung berlanjut dengan pemberian kompensasi itu adalah meredam dampak inflasi dan penurunan daya beli masyarakat yang biasanya terjadi dalam beberapa bulan setelah kenaikan harga BBM.

Paket Kompensasi
·         Penambahan frekuensi jatah beras untuk rakyat miskin sebanyak dua bulan,menjadi 14 kali per tahun dari 12 kali per tahun dengan harga tebus Rp.1.600 per kilogram
·         Pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) berupa uang tunai Rp.160.000.Penerima bantuan ini adalah 18,5 juta jiwa rumah tangga yang mencakup 30% rumah tangga dengan tingkat sosial ekonomi terendah di Indonesia.
·         Penambahan beasiswa untuk rumah tangga miskin selama 6 bulan
·         Kompensasi untuk sektor transportasi sebesar Rp.5 triliun.Tujuannya agar kenaikan harga tiket angkutan kelas ekonomi tidak melonjak sejalan dengan kenaikan harga Premium dan Solar.


Sangat diharapkan oleh seluruh rakyat miskin memang betul-betul mendapat perhatian yang serius dari pemerintah saat ini.Melihat situasi dan kondisi negara Indonesia yang sangat terpuruk.Banyak masalah-masalah yang merugikan rakyat miskin.Seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilaksanakan pemerintah,banyak yang bukan rakyat miskin yang mendapatkan,sehingga terjadi ketimpangan sosial dalam pembagian BLT kepada rakyat miskin.Kemudian didunia pendidikan,kasus yang dapat dilihat adalah penyelewengan Dana BOS ( Bantuan Operasional Sekolah).Setelah itu,kasus pelayanan kesehatan yang tidak baik,sehingga banyak rakyat kecil yang bertahan dalam kesakitan di rumah akibat tidak mendapat pelayanan kesehatan yang baik,dan ini merupakan gambaran dari banyaknya ketimpangan terhadap rakyat kecil.Disinilah dibutuhkan keseriusan Pemerintah Indonesia secara keseluruhan jika ingin meningkatkan pertumbuhan nasional melalui kenaikan BBM.Ini merupakan suatu pekerjaan rumah pemerintah,segala aspek pembangunan harus diperhatikan.

3 komentar:

  1. mantap juga ini jos,tulisan mu sendiri atau kutipan..??
    pemikiran2 dan pernyataan2 di atas bagus2 jos
    tapi klau masalah bbm naik itu akan dirasakan dampak nya secara langsung oleh masyarakat,mlalui knaikan harga bahan pokok lainnya,mmg bnar klau subsidi dinikmati lebih bnyak masyarakat mberpendapatan menengah ke atas,tapi klau itu alasan pemerintah dngan janji akan mmbuat program anggaran untuk mngentaskan kmiskinan bkalan sulit dipercaya jos,kredibilitas pemerintah masi sngat rendah,bsa2 janji2 itu bkalan jadi ksmpatan bgus buat korupsi..
    tapi dsisi lain,klau bbm ga naik,yah dampak ekonominya juga ga bgus,pmerintah butuh dana lebh mnutup defisit anggaran,slain itu pemotongan anggaran2 lain untuk nutupi defisit juga bsa dijadikan alasan oleh pemerintah klau program2 mereka ga berhasil..
    bicara kenaikan bbm mmg payah js,apalagi klau data2 referensi kurang lengkap
    :D

    BalasHapus
  2. mksi lah atas kritikan dan sarannya,maklumlah bg masih pemula
    :D,jd blm pala mahir

    ini hasil krya sndri sma bbrpa data soal harga minyak dunia kutipan dari koran kmrn bg,terinspirasi mmbuat suatu tullisan yg sdg hangat2nya berita

    BalasHapus