“Suara Hati Ketika Kami Terjepit”

Hari ini,hari ini,harinya aksi
Mari
Kita,Mari kita
Berdemonstrasi,Berdemontrasi..!!!
Hiruk pikuk lagu-lagu para
aktivis terdengar sepanjang aksi di Medan untuk menyuarakan suara rakyat yang
semakin kecil dan tidak lagi terdengar oleh pemerintah yang posisinya semakin
jauh dari rakyat. Ribuan massa hadir dari ratusan organisasi seperti
mahasiswa,buruh,petani dan nelayan yang datang untuk menolak rencana kenaikan
harga BBM per 1 April 2012.Suara jeritan,gemuruh menyuarakan rakyat sangat
terdengar sepanjang perjalanan. “Hidup Mahasiswa..!”, ”Hidup Rakyat...!!”.
Kesedihan terjadi,melihat para
orang tua dari beberapa kalangan, disaat usia sudah senja,namun semangat juang
untuk mempertahankan hidup ditengah ketertindasan masih tetap ada.Mau makan apa
mereka dan anak-anaknya jika mereka terus menerus terhimpit beban yang sangat
berat.?Inilah yang seharusnya menjadi pandangan para mahasiswa calon penerus
bangsa.Apakah kita hanya mampu berdiam diri melihat mereka? Tangan kiri
dikepal,diangkat keatas diiringi lagu Darah Juang,apakah hanya sebatas itu?
Banyak terdengar cemoohan bagi
aktivis,kami dikatakan bodoh,hanya pekerjaan yang sia-sia.Namun justru
merekalah yang tak mengetahui dan memahami semangat juang kami untuk bergerak
menuju keadilan bagi rakyat kecil.Ini negara Demokrasi Bung,kita bebas
menyampaikan pendapat kita.Mari satukan langkah menuju keadilan.! Kami demo
berjuang agar kami tidak dipersulit ditengah kesulitan yang sudah terjadi.
Sangat Miris melihat keadaan
Negaraku Indonesiaku saat ini, “kami Wong Cilik,semakin tertindas”, begitu kata
seorang rakyat kecil. BBM naik,hal ini menyebabkan segala kebutuhan otomatis
juga akan naik.Ongkos naik,uang makan naik,biaya pendidikan naik,biaya
kesehatan naik. Apakah upah buruh,petani,nelayan,tukang pecah batu,penjaga toko
ada kenaikan?.Sementara gaji para PNS mengalami kenaikan.Disaat ini saja para
rakyat kecil sudah mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan
hidup,bagaimana lagi setelah kenaikan BBM nanti? Mereka akan sangat sulit untuk
menafkahi keluarga mereka,sulit untuk membayar uang sekolah anak mereka.Jangan
katakan kami bodoh hai para majikan-majikan,para pejabat-pejabat tinggi,dan para
koruptor.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar