Senin, 02 April 2012

Suara Hati

Suara Hati Ketika Kami Terjepit





Hari ini,hari ini,harinya aksi
            Mari Kita,Mari kita
            Berdemonstrasi,Berdemontrasi..!!!           
           
Hiruk pikuk lagu-lagu para aktivis terdengar sepanjang aksi di Medan untuk menyuarakan suara rakyat yang semakin kecil dan tidak lagi terdengar oleh pemerintah yang posisinya semakin jauh dari rakyat. Ribuan massa hadir dari ratusan organisasi seperti mahasiswa,buruh,petani dan nelayan yang datang untuk menolak rencana kenaikan harga BBM per 1 April 2012.Suara jeritan,gemuruh menyuarakan rakyat sangat terdengar sepanjang perjalanan. “Hidup Mahasiswa..!”, ”Hidup Rakyat...!!”.
Kesedihan terjadi,melihat para orang tua dari beberapa kalangan, disaat usia sudah senja,namun semangat juang untuk mempertahankan hidup ditengah ketertindasan masih tetap ada.Mau makan apa mereka dan anak-anaknya jika mereka terus menerus terhimpit beban yang sangat berat.?Inilah yang seharusnya menjadi pandangan para mahasiswa calon penerus bangsa.Apakah kita hanya mampu berdiam diri melihat mereka? Tangan kiri dikepal,diangkat keatas diiringi lagu Darah Juang,apakah hanya sebatas itu?
Banyak terdengar cemoohan bagi aktivis,kami dikatakan bodoh,hanya pekerjaan yang sia-sia.Namun justru merekalah yang tak mengetahui dan memahami semangat juang kami untuk bergerak menuju keadilan bagi rakyat kecil.Ini negara Demokrasi Bung,kita bebas menyampaikan pendapat kita.Mari satukan langkah menuju keadilan.! Kami demo berjuang agar kami tidak dipersulit ditengah kesulitan yang sudah terjadi.
Sangat Miris melihat keadaan Negaraku Indonesiaku saat ini, “kami Wong Cilik,semakin tertindas”, begitu kata seorang rakyat kecil. BBM naik,hal ini menyebabkan segala kebutuhan otomatis juga akan naik.Ongkos naik,uang makan naik,biaya pendidikan naik,biaya kesehatan naik. Apakah upah buruh,petani,nelayan,tukang pecah batu,penjaga toko ada kenaikan?.Sementara gaji para PNS mengalami kenaikan.Disaat ini saja para rakyat kecil sudah mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan hidup,bagaimana lagi setelah kenaikan BBM nanti? Mereka akan sangat sulit untuk menafkahi keluarga mereka,sulit untuk membayar uang sekolah anak mereka.Jangan katakan kami bodoh hai para majikan-majikan,para pejabat-pejabat tinggi,dan para koruptor.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar