Jumat, 11 Mei 2012

KISAH SEDIH PENDIDIKAN DI NEGERI KU

Di negara kita pendidikan adalah salah hal wajib di ikuti karna berpengaruh kepada masa depan sang buah hati , tetapi sekrang pendidikan adalah mimpi bagi sebagian orang , ini di buktikan dengan dilihat dari sekeliling kita , masih banyak anak jalanan yang tak pernah sekalipun mencicipi akan manis nya pendidikan .
Kapan semua ini akan berakhir ?
Kapan negara kita akan maju kalau anak bangsa nya tak pernah mencicipi pendididkan ?  Semua ini disebabkan oleh pendidikan yang sangat mahal ,  pendidikan layaknya seperti perhiasan yang hanya bisa di miliki oleh sebagian orang yang berkantong tebal .
Kenapa ini  bisa terjadi ?
Kenapa pendidikan begitu mahal di negara ini ?
Padahal pemerintah sudah menganggarkan dana ratusan triliunan rupiah untuk membantu menjalankan lancarnya pendidikan di Indonesia , tetapi kami sebagai anak bangsa tidak pernah merasakan pendidikan yang layak .  Gedung yang hancur , atap yang bolong , kursi yang patah , toilet seperti kandang sapi yang dimana tercium bau amis dan kotoran yang bertebaran dimana mana , sungguh tidak manusiawi .
Kemana uang itu ?
Apakah dia tersasar ?
Atau kah anggaran itu hanya wacana saja ?
Disana di tempat para petinngi negara ini , gedung yang layaknya sebuah istana kerajaan dan begitu megah masih  ingin dirubah menjadi istana surga . Andaikan dana untuk pembangunan itu dijadikan beasiswa bagi yang kurang mampu alangkah banyaknya orang bisa mencicipi pendidikan .

Alangkah malangnya negeri ini !

2 komentar:

  1. Memang begitulah Indonesia_korupsi disana sini menjadikan alokasi APBN 20% yang sangat besar itu gak tw ntah kmana...mulai dari jajaran kementrian sampe guru pun bisa jadi sudah mulai korupsi....dan dengan mendengar kisah2 dari siswa SMA...guru pun sebagai contoh sudah mulai melakukan hal yang sama__paling keliatan nepotisme-nya..harusnya pendidikan haruslah murni_

    BalasHapus
  2. mungkin sistem yang salah dan pelaku yang terlalu malas menyelidiki setiap masalah pendidikan. tingginya sifat apatis juga menjadi kunci utama betapa menyedihkan negeri ini

    BalasHapus